Review Samsung Gear VR, Seperti Punya Bioskop Pribadi

IMG_8579-1-1

Virtual reality (VR) adalah teknologi dimana kita seolah-olah bisa berinteraksi langsung di lingkungan virtual atau maya. Kini teknologi virtual reality makin dekat dan terjangkau oleh kita semua.  Ada banyak jenis solusi VR yang bisa dinikmati oleh konsumen, ada Oculus Rift atau HTC Vive yang mampu menampilkan suasana dunia virtual dengan grafik yang sangat baik dan detil, namun untuk menggunakannya harus terhubung dengan PC dan harganya yang masih tergolong mahal. Ada juga solusi VR yang lebih sederhana dan murah, hanya dengan smartphone dan Google Cardboard yang berbahan kardus, namun kekurangannya tidak responsif karena tergantung dengan sensor smartphone dan banyak pengguna merasakan pusing jika digunakan dalam waktu lama.

Samsung Gear VR hadir dengan memberikan solusi mobilitas dan kenyamanan. Gear VR dapat digunakan hanya dengan menggunakan smartphone (hanya merk Samsung tertentu) dan dilengkapi dengan sensor gyro, accelerometer, dan proximity khusus supaya lebih responsif dan tidak terlalu terasa pusing setelah menggunakannya. Gear VR juga memiliki touchpad untuk membantu navigasi ketika berada di dunia VR. Untuk urusan suara,  saya sarankan menggunakan earphone karena bisa langsung disambungkan ke smartphone, ada juga tombol pengaturan volume suara khusus di Gear VR. Gear VR juga dilengkapi port microusb untuk charge smartphone sambil menggunakan VR. Setelah mencoba hampir satu bulan, saya sangat terkesan dengan kemampuan Gear VR dan cukup sering menggunakannya. Hal seru apa saja yang bisa dilakukan dengan Gear VR?

Menonton di bioskop pribadi

Screenshot_2016-03-20-17-38-10

Hampir tiap minggu saya selalu meluangkan waktu nonton bioskop bersama keluarga atau teman-teman. Dengan aplikasi Oculus Video, saya bisa mengalami pengalaman yang hampir sama. Suasana gelap dengan layar besar persis di depan mata saya, suara yang berasa dekat di telinga, bahkan sampai suasana kursi bioskop juga terasa hampir real. Sayangnya seluruh kursi, terutama di kiri dan kanan kosong, jadi berasa sendiri banget, gak ada nemenin, andaikan kita bisa memilih teman atau pasangan nonton, pasti seru banget. Oculus Video juga menyediakan opsi suasana home theater dengan kursi yang lebih sedikit dan layar yang sedikit lebih kecil, benar-benar seperti punya home theater pribadi. Di Oculus Video juga bisa nonton video 360 derajat yang ada di Facebook atau video VR lain yang seperti video bawah laut, video konser musik, atau beragam jenis short film.

Screenshot_2016-03-20-17-28-32

Screenshot langsung dari Gear VR, tampilan aslinya terlihat sebagai satu gambar besar

Selain Oculus Video, Samsung mempunyai aplikasi Gallery VR untuk bisa menikmati hampir semua jenis file multimedia (gambar dan video) yang ada di smartphone. Saya sering menonton film series seperti Mr Robot, Narcos, Homeland selama satu jam dengan Gear VR dan terasa cukup nyaman. Aplikasi Gallery VR ini juga mendukung subtitle jika file SRT nya diletakkan di folder yang sama. Yang paling saya suka menonton dengan VR karena bisa menonton film dengan posisi sesukanya, mau sambil duduk atau tiduran di sofa bisa, karena layar selalu ada di depan mata kita.  Buat saya sendiri yang suka menonton film di layar besar, ini adalah pengalaman baru yang menyenangkan dan sangat mengesankan. Saya juga tidak merasakan pusing-pusing setelah menonton film cukup lama. Bagi yang berlangganan Netflix, aplikasi Netflix juga ada di Oculus store jadi kita bisa nonton streaming semua tayangan Netflix seperti di bioskop. Seru!

Jalan-jalan ke luar negeri gratis!

Screenshot_2016-03-20-17-38-37

Pengalaman seru lainnya yang bisa dilakukan dengan Gear VR itu jalan-jalan di lokasi manapun dengan aplikasi Streetview VR. Untuk menggunakannya tinggal ketik lokasi mana yang mau dilihat atau pilih dari map lalu Streetview akan langsung menampilkan suasana 360 derajat. Jika mau berjalan-jalan, tinggal tengok ke jalan yang mau kita tuju lalu swipe touch pad di Gear VR, maka otomatis kita akan pindah ke posisi tsb. Lalu ada juga aplikasi Oculus 360 Photos yang menyediakan kumpulan photo 360 derajat semua lokasi wisata terkenal di seluruh dunia. Saat ini lokasi yang bisa dilihat masih berbentuk gambar statis, namun ke depannya tidak menutup kemungkinan berbentuk video bergerak yang membuat suasana menjadi semakin nyata seolah-olah kita sedang berada di lokasi tersebut.

Menjadi pilot pesawat dan lari dari kejaran monster

Screenshot_2016-03-20-17-37-14

Saya sudah mencoba beberapa games dan hanya ada beberapa yang menurut saya bagus dan layak dimainkan. Beberapa yang cukup menarik dan gratis misalnya, Temple Run VR, genre-nya endless run, jadi kita harus berlari terus melewati rintangan jangan sampai tersandung atau jatuh. Feel-nya cukup seru pas dikejar sama monster, sambil lari saya bisa nengok ke belakang dan lihat monster yang sedang berlari mengejar-ngejar saya. Lalu ada juga permainan Smash hit, dimana kita bertugas untuk menghancurkan kaca-kaca dengan jumlah bola yang terbatas. Saya merasakan seolah-olah seperti berada dalam kereta yang berjalan dan menembaki rintangan dengan bola-bola. Selain itu ada pula permainan Anshar Wars dimana kita ditugaskan menjadi pilot pesawat angkasa dan mempunyai misi menembaki semua musuh yang ada.

Sayangnya hampir semua game yang saya coba dari sisi kualitas grafis memang tidak bisa dibandingkan dengan kualitas grafis di game mobile saat ini apalagi jika dibandingkan dengan console. Waktu awal-awal bermain game sekitar 20 menit saya merasakan pusing-pusing, padahal sebelumnya saya tidak pernah merasakan hal ini setelah menonton film di Gear VR. Ternyata di Oculus Store, ada beberapa aplikasi yang mempunyai kategori Comfortable for some (artinya hanya nyaman buat sebagian orang saja), dan ada juga Comfortable for most (nyaman buat kebanyakan orang). Jika bermain game yang Comfortable for Most saya tidak merasakan pusing sama sekali.

Kesimpulan

IMG_8597

Setelah menggunakan hampir satu bulan, menonton film adalah hal yang paling saya sering lakukan dengan Gear VR, baik itu streaming dari Netflix atau film serial hasil download karena tidak tersedia di Indonesia. Jangan kaget juga, smartphone akan terasa cukup panas jika digunakan untuk VR dalam waktu yang lama. Untuk penggunaan sekitar satu jam untuk nonton saja, saya tidak pernah mengalami masalah overheat atau freeze (saya menggunakan Galaxy Note 5).

Kesimpulannya, bagi kamu yang sudah memiliki smartphone Samsung Note 5, S6, S6 Edge, S6 Edge+, S7, atau S7 Edge, tidak perlu ragu lagi, aksesoris ini menurut saya masuk kategori Must Buy. Untuk video review Samsung Gear VR yang lebih lengkap dan dalam bahasa Indonesia juga bisa dilihat di account Youtube Sheggario, jangan lupa subscribe juga buat yang suka gadget. Happy VR!

7 comments

  1. Mas mo nanya nich….
    sy jg pakai note5
    kmrn pas lihat bbrp aplikasi/tampilan (video,gambar street view dll) di gear Vr nya kok gambarnya kelihatan pecah…
    Apa mmg begitu??

    1. apakah fokus nya sudah disesuaikan? untuk beberapa aplikasi memang masih terasa pixelated apalagi film yang 3D atau 360 dari aplikasi Oculus Video. Tapi kalau nonton film yg biasa harusnya gambarnya bagus dan masih enak dinikmati. Saya biasa nonton film pakai aplikasi Gear Gallery atau Netflix.

  2. Numpang nanya, saya skrg memakai google cardboard dan hp iphone 5s.. Untuk menonton film, film nya jd banyak bintik2 , kl menurut saya bintik2 it adalah layar hp yg di lihat dg lensa spt kaca pembesar, jd pixel nya terlihat jelas.. Pertanyaan saya, apakah kl nonton pake samsung gear vr tdk ad bintik2/ pixel ? Krn saya pecinta kualitas bluray, tetapi pake google cardboard meskipun kualitas film nya bluray 1080 tetap ad bintik2 pixel

  3. Mas dhiku, saya sudah 2 bulan lalu beli gear vr ini, belinya memang bukan di indonesia, jd saya ga dapat penjelasan bagaimana nonton film 3d di vr ini.. saya coba film 3d koq layarnya tetap 2 gitu ya, ga nyatu jd 3d.. mohon dibantu bagaimana agar film 3d saya bisa jd 3d di gear vr ini.. saya sudah ke gerai samsung tapi mereka ga begitu paham jg pakai gear vr ini… thanks ya mas..

Leave a Reply