Review Pebble Steel, (masih) Smartwatch Terbaik Tahun 2014

 

Prediksi yang mengatakan bahwa wearable gadget akan semakin booming di tahun 2014 ternyata benar, terbukti dengan semakin banyak wearable gadget baru yang dirilis di tahun ini, bahkan dua produk yang ditunggu-tunggu juga sudah diumumkan yaitu Moto 360 dan Apple Watch. Saat ini ada dua jenis wearable gadget yang populer, smartwatch yang fungsi utamanya sebagai jam dan menampilkan berbagai notifikasi dari smartphone, lalu fitness tracker dengan desain seperti gelang yang memonitor seluruh aktifitas kita seperti fitness, makan, bahkan tidur. Jadi sebelum memutuskan untuk membeli, kamu harus pastikan dulu mana yang lebih dibutuhkan, saya sendiri lebih membutuhkan smartwatch dibandingkan fitness tracker. Untuk kebutuhan lari dan fitness, saya lebih menyukai kombinasi smartphone + armband dengan aplikasi sport Endomondo dan musik.

Setelah membaca review moto 360 dan fitur-fitur dari Apple watch, akhirnya saya lebih mantap memutuskan untuk membeli smartwatch Pebble Steel. Pebble adalah perusahaan startup asal Amerika yang berhasil mengumpulkan dana 10 juta dollar ketika menggalang dana di Kickstarter untuk menciptakan smartwatch. Pebble saat ini sudah mengeluarkan dua produk, Pebble original yang terbuat dari bahan plastik dan Pebble Steel yang memiliki desain lebih premium dengan bahan steel dan harga yang lebih mahal. Secara overall banyak reviewer yang setuju bahwa Pebble Steel masih menjadi smartwatch terbaik di tahun 2014. Setelah menggunakannya selama dua minggu saya pun setuju dengan pendapat beberapa review di luar, berikut ini adalah fitur-fitur yang menjadi keunggulan Pebble Steel dibandingkan smartwatch lainnya.

Desain Stylish

Sebagai jam tangan, Pebble Steel berukuran standar, tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil, sehingga cocok buat hampir kebanyakan oranng. Pebble Steel terlihat seperti jam tangan biasa dan nampak stylish dengan bahan steel dan bentuk curve disisinya. Buat saya yang tangannya tidak terlalu besar, Pebble Steel terlihat lebih pas dan cocok ketika digunakan. Ini sangat berbeda dengan smartwatch seperti Samsung Gear 1 atau 2 yang memiliki ukuran besar dengan desain yang terkesan lebih futuristik. Strapnya ada dua jenis, leather dan steel. Bahan leather lebih nyaman digunakan, sedangkan strap steel terlihat lebih stylish. Soal desain kembali ke selera masing-masing, ada yang suka jam tangan dengan ukuran standar, namun ada juga yang merasa lebih keren menggunakan jam berukuran besar. Selain desain yang elegan, Pebble juga sudah water resistant dan aman dibawa ketika wudhu, cuci tangan, mandi, atau bahkan berenang dan tahan sampai kedalaman 50M. Tapi saya sendiri masih tidak berani mencoba fitur ini 🙂

 

Always on display

Sebagaimana fungsi jam pada umumnya, layar Pebble selalu menampilkan informasi jam dan sangat mudah dibaca dalam kondisi outdoor maupun indoor. Viewing angle-nya juga lebar, semua informasi di layar dapat terlihat dengan sangat jelas dalam posisi apapun. Dalam kondisi gelap, ada fitur shake motion dimana layar Pebble akan menyalakan backlight jika digoyang. Dalam sehari-hari fitur always on ini sangat berguna ketika ingin melihat informasi jam atau notifikasi dalam kondisi tertentu, misalnya ketika sedang mengetik, gendong anak, bawa barang-barang belanjaan, atau ketika meeting bisa curi-curi pandang cek notifikasi tanpa disadari orang lain, atau bahkan ketika menyetir informasi di tangan bisa dilihat sekilas tanpa mengganggu. Hal ini berbeda dengan smartwatch pada umumnya yang layarnya akan mati atau gelap secara otomatis setelah beberapa detik, lalu untuk menyalakan layar, tangan harus diangkat dan miring 45 derajat (gesture yang umum kalau kita mau melihat jam) atau dengan mengetuk layar. Kalaupun bisa diatur selalu menyala, battery menjadi lebih boros dan hampir tidak terlihat di kondisi outdoor dengan sinar matahari yang terik.

Walaupun layar Pebble masih monochrome dengan resolusi yang relatif rendah (terlihat seperti gerigi pada grafis miring), tampilan grafis dan teks masih jelas dan nyaman dilihat. Pebble juga mempunyai berbagai desain watchface yang bisa di download di Pebble store dan membuat jam tangan ini terlihat keren dan unik sampai membuat kamu lupa resolusi layarnya rendah. Layar Pebble juga bukan layar sentuh, navigasi menu hanya bisa dilakukan melalui satu tombol di sisi kiri dan tiga tombol di sisi kanan. Hal positif navigasi dengan menggunakan tombol adalah layar menjadi lebih bersih karena terbebas dari sidik jari dan menurut saya navigasi menu dengan tombol terasa lebih praktis dan juga kalau sudah terbiasa bisa memberikan feel untuk mengakses menu tanpa melihat jam sama sekali.

Notifikasi Lengkap

Fungsi utama dari smartwatch adalah mengirimkan notifikasi dari smartphone ke jam tangan. Setelah itu kita bisa membaca dan memutuskan apakah notifikasi tsb perlu direspon atau tidak. Pebble steel akan memberikan vibrasi ketika ada notifikasi, level vibrasinya juga cukup kuat dan terasa di tangan. Fitur vibrasi ini bisa dimatikan jika mengganggu. Untuk membuat penggunanya nyaman, Pebble menyediakan fitur “do not disturb” di jam tertentu. Selain itu Pebble juga menyimpan 50 notifikasi terakhir jadi kita tidak perlu khawatir kalau kita tidak sengaja melewatkan notifikasi di Pebble. Selain notifikasi dari aplikasi, notifikasi setiap panggilan telepon juga akan muncul dan kita bisa melakukan mute panggilan langsung dari Pebble.

Setelah menggunakan smartwatch selama dua minggu, fitur notifikasi ternyata sangat bermanfaat dan praktis. Membaca notifikasi terasa lebih instan dan membuat kita tidak terlalu tergantung dengan layar smartphone. Misalnya ketika meeting saya bisa merasakan vibrasi dan melihat notifikasi seperti email kantor, gmail, whatsapp, bbm beserta dengan isi pesannya, lalu memutuskan apakah perlu dibalas atau tetap melanjutkan meeting jika notifikasinya bisa direspon belakangan. Atau ketika menyetir di mobil, saya bisa langsung melihat notifikasi tanpa harus mengeluarkan smartphone, menyalakan tombol power, unlock, dan melihat isi pesan. Lalu kalau di kantor punya beberapa agenda meeting, notifikasi pengingat meeting 15 menit sebelumnya juga sangat berguna supaya tidak telat atau lupa. Atau case lain ketika smartphone sedang di meja lalu saya pergi ke meja rekan kantor yang tidak jauh duduknya, saya tidak terlalu khawatir akan melewatkan panggilan telepon atau notifikasi yang penting.

Kekurangan notifikasi Pebble yang paling utama adalah teks notifikasi tidak muncul secara lengkap, sekitar 160 karakter. Mwnurut saya ini sudah cukup untuk buat sebagian pesan yang saya terima. Selain itu notifikasi di Pebble pesan sifatnya satu arah, kita tidak bisa membalas atau minimal otomatis membuka aplikasi di smartphone. Pada platform lain seperti Android wear, kita bisa membalas notifikasi dengan suara atau preset sms.

Compatible dengan Android dan iOS

Kelebihan utama Pebble adalah cross platform sehingga bisa digunakan di Android maupun iOS/iPhone. Namun ada beberapa perbedaan fitur antara dua platform tsb. Misalnya di iPhone semua jenis notifikasi akan muncul di Pebble, lalu kita juga bisa dismiss notifikasi di Pebble dan otomatis dismiss di iPhone juga, jadi notifikasi tidak muncul lagi di iPhone. Atau notifikasi bisa juga dibiarkan di iphone supaya notifikasinya masih tetap muncul di iPhone supaya tidak lupa respom. Sedangkan di Android by default hanya aplikasi tertentu yang akan muncul notifikasinya seperti SMS, email, kalendar, whatsapp, facebook, google talk/hangout.

Kabar baiknya, ada aplikasi tambahan yang bisa didownload dan membuat notifikasi di Android menjadi lebih powerful dan fleksibel, misalnya membaca seluruh isi notifikasi, langsung membuka aplikasinya di smartphone, otomatis dismiss notifikasi di pebble dan android, customize aplikasi mana saja yang perlu muncul notifikasinya, filter keyword tertentu supaya tidak muncul notifikasinya misal group whatsapp teman-teman kuliah/kantor yang sangat aktif dan cukup mengganggu jika terus menerus mengirimkan notifikasi, dan mengatur agar tidak perlu memberikan notifikasi ke Pebble ketika layar smartphone dalam keadaan menyala.

Battery tahan 4-5 hari

 

Pebble mampu bertahan 4-5 hari dalam satu kali charge karena menggunakan layar monochrome dengan teknologi e-ink yang jauh lebih hemat daya dibandingkan dengan layar color dan touchscreen. Pengalaman saya sendiri, rata-rata battery Pebble Steel mampu bertahan 4 hari dengan penggunaan yang selalu terhubung dengan smartphone dari pagi sampai malam dan notifikasinya cukup aktif (email, bbm, whatsapp), fitness tracker untuk menghitung steps juga hampir selalu aktif, backlight di set auto tergantung cahaya, motion shake to light dimatikan, lalu kalau malam bluetooth dinonaktifkan. Biasanya kalau tidak menggunakan Pebble untuk fitness tracker bisa bertahan sampai 5 hari.

Untuk charge Pebble Steel dari nol sampai penuh hanya memerlukan waktu satu jam. Kabel chargernya hanya compatible untuk Pebble Steel, kabel di bagian ujungnya berbentuk USB yang bisa disambungkan ke power adaptor lalu ujung lainnya disambungkan ke Pebble steel dengan magnetik sehingga lebih gampang dipasang. Kabel seperti ini jadi nilai plus karena bisa dicharge dengan power adaptor smartphone biasa atau powerbank. Saya sengaja mention ini karena smartwatch lain seperti Moto 360 menggunakan wireless charger dan membutuhkan adaptor khusus, lumayan repot kalau mau dibawa dalam perjalanan, apalagi menurut beberapa sumber di luar daya tahan battery-nya hanya sekitar 14 – 20 jam.

Fitur lainnya, music control, alarm dan compass

Selain mengirimkan notifikasi, Pebble juga berfungsi sebagai remote control untuk aplikasi musik yang ada di smartphone, kita bisa melakukan play, pause, forward, dan backward untuk musik yang sedang diputar. Mengatur volume media juga bisa dilakukan dengan menahan tombol play/pause terlebih dahulu. Pebble juga sudah dilengkapi notifikasi alarm dengan maksimal lima waktu, biasanya saya mengatur alarm salat zuhur di waktu setelah makan siang jam setengah 2 dan ashar sekitar jam setengah 4. Ketika alarm berbunyi kita bisa memilih untuk mengabaikan atau snooze dengan jeda waktu yang bisa diatur dengan bebas, misalnya setiap 10 menit. Lalu bagi yang suka melakukan kegiatan di outdoor, Pebble sudah mendukung fitur native compass (tanpa terhubung dengan smartphone). Aplikasi kompas punya dua mode, ketika dalam posisi mendatar kompas menunjukkan 4 arah mata angin, sedangkan ketika dalam posisi berdiri menunjukkan arah mata angin di depan.

1.000+ aplikasi tersedia di Pebble Store

Kelebihan yang paling utama dari Pebble adalah dukungan dari komunitas developer yang sangat aktif membuat beragam aplikasi atau watchface untuk membuat Pebble lebih berguna. Sebagian besar aplikasi dan watchface bisa didownload secara gratis. Cara install atau uninstall aplikasi ke Pebble juga sangat mudah dengan menggunakan aplikasi Pebble di smartphone yang tersambung dengan Pebble melalui bluetooth. Namun sayangnya kita hanya bisa install maksimal 8 jenis aplikasi/watchface. Jika sudah melebihi batas tsb, Pebble mempunyai tempat khusus yang disebut locker untuk memudahkan install/uninstall aplikasi favorit kita tanpa harus membuka atau mencari lagi di Pebble Store.

Berikut ini beberapa fungsi dan aplikasi yang sering saya gunakan,

  • Stopwatch dan timer. Sebenarnya sangat disayangkan Pebble tidak menyediakan fungsi ini secara default karena kita harus mengorbankan satu slot khusus hanya untuk fungsi yang bisa dibilang sederhana. [Multi timer]
  • Mengirim pesan melalui SMS kepada contact yang ada di inbox SMS, missed call, atau incoming call. Respon sms bisa kita preset terlebih dahulu, misalnya sorry sedang meeting, OK, Yes, No, OTW will be there in 10 minutes. Aplikasi ini sangat praktis ketika saya sedang di mobil dan ingin mengirimkan pesan singkat ke istri bahwa saya dalam perjalanan pulang kantor dan minta disiapkan makanan 🙂 [Wristponder atau Glance]
  • Melihat catatan di Evernote, sangat berguna ketika saya sedang di ATM dan butuh informasi rekening yang dituju tanpa harus mengeluarkan smartphone. [Evernote]
  • Toggle untuk mengaktifkan Mobile Data, Wifi, Hotspot, Bluetooth atau Vibrate/Silent. Sangat praktis ketika kita menyalakan wifi atau vibrate ketika meeting baru dimulai atau ketika ingin share internet connection dari smartphone ke iPad [Dashboard]
  • Remote shutter untuk mengambil gambar dari kamera depan atau belakang, berguna ketika selfie dengan keluarga atau teman-teman. [Pebble Rocker]
  • Merekam suara di smartphone langsung dari Pebble. [Smart Audio Recorder]
  • Instruksi untuk 7 minute workout, berguna sebagai petunjuk dalam melakukan aktivitas 7 minute workout dengan vibrate di tiap aktifivitasnya. [7 minute workout]
  • Find my phone, berguna ketika kita lupa menaruh handphone terakhir, fitur ini akan menyalakan ringtone dan flashlight. [Pebble Rocker atau Glance]
  • Melihat calendar dan seluruh agenda, berguna ketika kita mau melihat tanggal di kalendar lalu cek hari libur, hari ulang tahun, agenda meeting dalam beberapa waktu ke depan. [Agenda watchface atau Calendar]
  • Bypass pin/password di smartphone ketika tersambung ke pebble. Sangat praktis buat kamu yang concern mengenai keamanan dan privacy di smartphone tapi juga tidak mau ribet harus memasukkan pin/password setiap kali ingin membuka smartphone [Pebble Locker]
  • Fitness tracker untuk mencatat aktifitas dan jumlah langkah. Walaupun cukup akurat, namun fungsinya masih belum maksimal karena Pebble tidak bisa menjalankan aplikasi background. Sehingga aplikasi ini tidak akan mencatat aktifitas ketika kita membuka aplikasi lain. [on11, motiv8, pedometer]
  • Sleep tracker, untuk mencatat aktifitas tidur mulai dari durasi waktu tidur, kualitas tidur dengan monitor deep sleep activity, smart alarm wake up, sampai suara mendengkur pun bisa direkam. [Sleep as Android, Morpheuz]
  • Remote slide presentasi di PC/laptop buat kamu yang suka melakukan presentasi [ Slides, Simon Remote, Presenter Wireless ]
  • Untuk membuang kebosanan, Pebble store juga mempunyai beberapa aplikasi permainan yang simple dan adiktif [Pixel Miner, Tiny Bird mirip seperti Flappy Bird, Drag racing, Snake, Blackjack]

Kesimpulan

Peta persaingan smartwatch semakin menarik dengan hadirnya smartwatch yang menggunakan OS Android Wear seperti LG G Watch, Samsung Gear Live, dan Moto 360. Namun sampai saat ini Android Wear masih sangat baru, navigasi masih membingungkan dan aplikasinya juga masih terbatas. Sedangkan OS Pebble sudah lebih mature, memiliki banyak aplikasi yang bisa didownload secara gratis, dan compatible dengan smartphone baik Android maupun iOS, sehingga kamu masih bisa menggunakan Pebble jika sewaktu-waktu ganti smartphone. Pendekatan Pebble yang simple dengan layar monochrome dan tombol fisik ternyata malah membuatnya unggul dari sisi readibility dan navigasi menu. Lalu dari sisi battery, Pebble juga unggul karena mampu bertahan 4-5 hari dimana smartwatch lain dengan layar color dan touchscreen biasanya harus dicharge setiap hari. Dengan desain Pebble Steel yang stylish dan segala kelebihan yang dimiliki, smartwatch ini pantas mendapatkan penghargaan sebagai smartwatch terbaik saat ini.

Saat ini Pebble Steel belum resmi dijual di Indonesia, tapi kamu bisa mendapatkan di forum seperti Kaskus FJB atau instagram @pebblenesia. Pebble Steel biasanya dijual sekitar 3.5jt, kalau mau harga yang lebih bersahabat kamu bisa juga mencoba Pebble original dengan harga 1.5jt – 2jt. Perbedaan Pebble original dengan steel hanya pada desain dan bahan dari plastik, serta strap standard 22mm yang bisa diganti dengan mudah. Sedangkan dari sisi layar, baterai, navigasi, aplikasi bisa dibilang sama persis dengan Pebble Steel.

 

Kelebihan

  • Desain yang stylish
  • Navigasi simple untuk mengganti watchface dan watchapp
  • Tombol fisik yang memudahkan untuk berpindah menu
  • Always on display
  • Mudah dilihat di outdoor maupun indoor
  • Battery mampu bertahan 4-5 hari
  • Aplikasi lengkap dan terus berkembang

Kekurangan

  • Resolusi layar rendah, masih terlihat jaggies
  • Tidak bisa membalas notifikasi
  • Pebble steel strap tidak standard

 

 

5 comments

    1. saya belinya sekalian dari amazon, pernah juga liat di changi airport singapore. kemaren baru beli lagi strap yg beda warna.

Leave a Reply