Review Apple Watch, Smartwatch terbaik tahun 2015?

IMG_0180 2

Sudah cukup lama saya mengikuti perkembangan wearable gadget, khususnya kategori jam mulai dari Apple iPod Nano Gen 5 (yang bisa jadi jam dengan aksesoris tambahan), Pebble Steel, Pebble Time, Android Wear, dan yang terakhir adalah Apple Watch. Ketika market smartwatch sudah diisi dengan banyak jenis Android Wear, Pebble, dan Sport Watch dengan berbagai keunggulannya, Apple menurut saya masuk ke market ini dengan memberikan inovasi baru, terutama dalam urusan navigasi menu dan content melalui fitur Digital Crown dan Force Touch. Kenapa penting? karena user harus berinteraksi dengan layar smartwatch yang kecil. Samsung mencoba menyelesaikan masalah ini dengan membuat layar yang besar, kekurangannya ukuran jam jadi sangat besar dan mudah menempel bekas sidik jari karena disentuh terus. Pebble menggunakan metode konvensional berupa tombol fisik di sebelah kanan, solusi yang sederhana tapi smart, layar jadi tidak mudah kotor, pengguna juga leluasa melihat layar karena tidak ketutupan jari.

Apple Watch menggunakan digital crown untuk navigasi content, fungsinya mirip seperti scroll mouse, jadi ketika ada notifikasi email, pengguna cukup scroll dengan wheel untuk baca seluruh konten. Selain itu ada juga force touch, ketika layar disentuh lebih keras, Apple Watch akan menampilkan menu-menu lain untuk berinteraksi. Hal ini membuat navigasi juga lebih cepat, misalnya untuk ganti tampilan jam atau watchfaces, tidak perlu masuk ke menu tertentu, cukup tekan layar dengan lebih keras (dari sekedar tap biasa), maka pilihan watchface akan muncul. Salut banget dengan design decision yang dipilih Apple.

Memilih tipe Apple Watch yang cocok

Screen Shot 2015-09-06 at 10.30.01

Apple sudah mulai membuat tren dengan memberikan banyak pilihan untuk produk yang sama kepada konsumen, seperti iPhone dengan ukuran kecil (5s), sedang (6), dan besar (6+),  Tablet iPad dan iPad mini. Macbook juga mulai dari layar 11”, 12” sampai 15”. 

Tidak tanggung-tanggung Apple menawarkan ada 38 jenis Apple Watch! Yang penasaran, ini detilnya

Saran saya sederhana, pilih tipe dengan harga yang paling bersahabat yaitu Apple Watch Sports. Pilih warna yang cocok. Lalu terakhir pilih ukuran dengan diameter 38mm (kecil) dan 42mm (besar) karena harganya juga berbeda. Jenis ukuran Apple Watch ini sifatnya unisex artinya bisa digunakan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Jadi kalau bilang yang kecil cocoknya buat perempuan itu tidak terlalu tepat. Teman saya, laki-laki (ukuran tangannya lebih besar dari saya) lebih suka pake yg 38mm karena dia suka kalau jamnya terlihat kecil di tangan. Sedangkan saya, walaupun tangannya bisa dibilang kecil lebih pilih 42mm karena uda terbiasa pakai jam yang besar. Selain itu kelebihan ukuran 42mm layarnya lebih besar jadi teks yang dibaca juga lebih banyak.

Desain stylish dan banyak aksesoris pendukung

Dibanding smartwatch lainnya, Apple Watch mempunyai desain yang stylish, ditambah dengan curve edge pada layar dan bahan materialnya yang premium. Strapnya juga sangat nyaman digunakan dan mudah dibongkar pasang. Yang saya suka dengan produk Apple adalah aksesorisnya yang beragam, Apple Watch ini juga memiliki banyak aksesoris seperti tempered glass untuk melindungi layar, case untuk memberikan tampilan yang berbeda sekaligus melindungi dari benturan, stand untuk charger, dan juga strap yang mudah dipasang. Beberapa contoh aksesoris bisa dilihat disini. Kalau tertarik membeli bisa juga cari di toko online

Screen Shot 2015-09-06 at 10.27.39 

Fitur Health dan Activity tracker

Activity tracker pada Apple Watch mempunyai kemampuan mendeteksi aktivitas normal, olahraga, dan berdiri. Apple Watch juga bisa memberikan reminder jika terlalu banyak duduk dan menyuruh untuk berdiri. Kita juga bisa mengatur goal yang ingin dicapai per hari dan seluruh informasi ini terekam dalam aplikasi Activity dan Health yang ada di iPhone. Kalau mau mengukur heart beat, Apple Watch juga bisa melakukannya dengan mudah dan cukup akurat, misalnya aktivitas normal saya bisa sekitar 70an BPM sedangkan ketika olahraga bisa 150 BPM. 

Fitur yang berguna lainnya buat yang suka olahraga, bisa mendengarkan musik dari Apple Watch tanpa harus repot membawa iPhone. Cara mendengarkannya harus dengan bluetooth headset tipe apapun yang sudah di pair ke Apple Watch. Dengan storage 8GB, Apple Watch maksimal bisa menyimpan 250 lagu. Cara sync-nya harus menggunakan aplikasi Apple Music, dan atur konfigurasi di aplikasi Watch di iPhone playlist mana yang mau di sync ke Apple Watch. Syaratnya supaya sync berjalan adalah, musiknya harus di download dulu di iPhone dan Apple Watch dalam kondisi di charge. 

FullSizeRender  IMG_0202  IMG_0203

Melihat notifikasi dan menerima panggilan

Sebagai smartwatch, notifikasi dari iPhone ke Apple Watch bisa langsung dibaca dan dibalas, namun ini tidak berlaku untuk semua aplikasi, misalnya Aplikasi Gmail, notifikasinya hanya berupa summary email tapi tidak bisa dibaca detil. Level vibrasi untuk notifikasi juga sangat pas dan tidak mengganggu. Ketika ada panggilan kita bisa terima dari iPhone atau langsung dari Apple Watch. Sangat berguna ketika menerima panggilan di mobil tanpa terganggu. Speakernya cukup kencang dan kualitas mic-nya juga bagus. 

Battery life sangat cukup untuk 1 hari

Battery life Apple Watch memang tidak bisa dibandingkan dengan Pebble, penggunaan yang tidak terlalu aktif dalam satu hari biasa sekitar sisa 55% pas malam, jadi bisa digunakan 1 hari tanpa khawatir battery habis. Battery di iPhone juga tidak terlalu berpengaruh dimana saya masih bisa satu kali charge dalam satu hari dengan kondisi selalu tersambung dengan Apple Watch. Sebagai informasi tambahan, saya menggunakan iPhone 5s dengan 2 email yang tidak terlalu aktif, aplikasi social media seperti Facebook, Tweetbot, Linkedin yang aktif, dan tidak menggunakan chat apps sama sekali. 

Aplikasi yang beragam dan kehadiran Apple Watch OS 2

Menurut saya aplikasi di Apple Watch sudah lumayan cukup, seperti evernote untuk melihat catatan, shazam untuk mencari tau lagu yang sedang diputar, Twitter, Photo Gallery untuk lihat photo favorites, Camera untuk remote shutter dan aplikasi berita seperti Feedly, USA Today, CNN. Kenyataannya saya juga sangat jarang buka aplikasi ini di Apple Watch, alasan utamanya akses yang cukup lambat karena secara background aplikasi ini melakukan komunikasi dengan iPhone dan juga layarnya yang kecil. Tapi kabar baiknya Apple sudah mengumumkan Apple watch OS 2 dengan kelebihan aplikasi menjadi lebih responsif karena logic nya dipindahkan ke jam bukan di iPhone lagi. 

Kekurangannya?

Sebagai fungsi jam tangan, layar Apple Watch tidak always on, jadi untuk melihat jam harus menggerakkan tangan dulu atau tap layar, Apple Watch cukup responsif mendetect gerakan. Tapi ada beberapa kejadian ketika saya mengangkat tangan, layar tidak menyala dan harus di tap manual atau agak digoyang supaya layarnya menyala. Hal ini cukup mengganggu dan mudah-mudahan ada perbaikan di OS selanjutnya.

Selain itu watch face yang disediakan cukup terbatas. Secara umum ada 5 jenis kategori, dimana masing-masing bisa di customize dengan banyak variasi. Bahkan photo yang ada di iPhone juga belum bisa dijadikan background Watch Faces (baru bisa di Apple Watch OS 2). Saya sangat berharap kedepannya Apple Watch bisa mendukung watch faces yang lebih beragam dari third party developers. 

Kesimpulan

Setelah mencoba Apple Watch sekitar satu bulan, menurut saya produk ini layak dibeli, terutama jika kamu fans berat produk Apple. Tanpa melihat sisi compatibility dengan platform lain seperti Android, bisa dibilang Apple Watch menjadi favorit smartwatch saya di tahun ini. 

+ User experience navigasi yang mudah dengan Digital Crown dan Force Touch
+ Desain yang stylish dan banyak pilihan aksesoris
+ Health dan activity tracking yang lengkap
+ Suara cukup jernih ketika menerima telpon

– Fungsi sebagai jam tangan belum maksimal
– Pilihan watch face terbatas

 

3 comments

    1. lebih tepatnya 1.5 hari, kalau pengguna yg sangat aktif juga harusnya masih bisa bertahan sampai malam. buat pengguna biasa juga kalau gak mau charge sore hari besoknya, sebaiknya harus dipastikan selalu di charge tiap malem.

Leave a Reply