Enrolled to Sampoerna School of Business and Management ITB

“Education is a companion which no future can depress, no crime can destroy, no enemy can alienate it and no nepotism can enslave”

Setelah lama tidak merasakan bangku kuliah, akhirnya minggu lalu saya mendapat kabar kalo saya diterima di Sampoerna School and Business Management ITB (SSBM-ITB) program studi MBA. Senang rasanya mendengar kabar itu dan saya udah ga sabar untuk segera mengikuti perkuliahan ini, karena sebenarnya waktu SMA saya ingin mengambil jurusan ekonomi atau manajemen, tapi akhirnya saya  memutuskan untuk mengambil Computer Science di IPB dulu.

Pasti banyak yang bertanya2, kenapa pilih di SSBM ITB? biayanya? gimana dengan kerjaan saya sekarang? gimana dengan javanya?

Sebenarnya ada beberapa universitas yang memberikan program MM atau MBA, dari mulai PPM, UI, Prasetya Mulya, dan SSBM-ITB. Alasan mendasar memilih SSBM-ITB, pertama adalah jadwal kuliahnya full (pagi – sore) hari Jumat, Sabtu, dan Minggu (1 bulan 6 hari), universitas lain biasanya hanya menyediakan kelas malam, berhubung saya kerja di bidang IT, yang mana jam kerjanya sangat fleksibel *maksudnya dateng jam 8.30 pulang bisa jam 6.30, 7.30, 8.30 dst -_-* menurut saya jadwal dari SSBM sangat pas dan juga menurut saya kuliah/belajar malam akan ga fokus krn selalu kepikiran pengen pulang, kondisi fisik dan psikologisnya juga uda ga maksimal. Dari kantor juga sudah mengizinkan dan ga masalah dengan jadwal ini shg saya bisa lebih tenang. Kedua, kuliah disampaikan dengan menggunakan English, bagi saya pribadi sangat seru dan menantang. Ketiga, ada program BII Student Loan sehingga walaupun bayarannya cukup mahal, saya bisa nyicil (maksimal pinjaman lima kali gaji dan boleh diangsur dari mulai 6 bulan sampe 36 bulan). Dan juga karena saya masi ngantor, nge-Java-nya tetep harus jalan, tapi mungkin inginnya nanti as a hobby aja 🙂

Pada saat pengumuman bahwa saya lolos, saya dikasi tugas untuk mempelajari real case business kompetisi antara  MTV vs Channel V, buku dgn judul “Learning with Cases” dan beberapa chapter dari buku Strategic Management sebagai bahan untuk menyelesaikan pertanyaan2 di case tersebut mulai dari, apakah MTV dan Channel V harus melakukan merger, apakah Channel V harus melakukan re-branding, dan sederet pertanyaan lainnya yang masih asing bagi saya.

Panik, pusing, dan menantang itu yang saya rasakan waktu mendapat tugas itu, pagi dan malem saya baca chapter demi chapter, dan akhirnya saya berhasil menjawab pertanyaan2 tsb. Hari Sabtu, 26 Juli 2008 adalah  Orientation Day di SSBM ITB, disini dibahas tentang metode pembelajaran selama perkuliahan dan juga membahas tugas yang sudah dikerjakan. Metode pembelajaran di SSBM ITB adalah Cases. Setiap hari kita akan diberikan real case dan referensi2 untuk dipelajari sebelum kuliah, kemudian small group discussion, dan terakhir large group discussion (presentasi dari masing2 small group) — disebut juga sebagai three stages of learning. Langsung terbayang waktu tidur saya akan berkurang untuk baca2 buku dan juga waktu bersama pacar 🙂

Ada beberapa konsep yang menarik dari metode pembelajaran dengan cases, cases dibuat agar kita dapat mengambil keputusan sesuai dengan role dan responsility di case tsb, CEO, CFO, COO, manager, dll, kita dipaksa untuk berpikir imajinatif dan kreatif thd persoalan dan asiknya tidak ada risk untuk keputusan apapun, cases juga dibuat untuk menguji kepahaman kita thd teori, menghubungkan teori tsb dengan real case, dan terakhir cases ini sifatnya diskusi (small and large group) sehingga akan meningkatkan percaya diri, daya analisa, interpersonal skill, dan kooperatif dari para participant.

Oke itu adalah beberapa hal kenapa saya memilih SSBM ITB. Ada quiz nih, ada yang tau satu alasan lagi kenapa mau ambil kuliah s2? *keywordnya 2010* 🙂

Now, I have to enjoy my investments and remember the ROI.

12 comments

  1. Lama nggak mampir, Congrats for dhiku !, Gw juga pengen banget dhik lanjut skula, berhubung enterpreneur jd gw kudu extra keras lagi neh. Jangan lupa di share ya dhik knowledgenya. Success for dhiku.

Leave a Reply