Dalam menjalankan bisnis atau memimpin sebuah perusahaan, setiap leader harus mampu mengukur kinerja perusahaan sebagai alat bantu navigasi atau indikator supaya bisa tumbuh semakin besar dan kompetitif. Indikator kinerja perusahaan biasanya disebut dengan Key Performance Indicator (KPI) dan setiap orang dalam perusahaan mulai dari level board management sampai staff mempunyai accountability untuk mencapai KPI tsb. Hal-hal yang diukur bisa berbagai jenis mulai dari jumlah pendapatan, jumlah unit terjual, service level, cost of service, conversion rate, productivity rate, on time delivery, collection rate, net profit dsb.

Untuk mengukur bagus atau tidaknya pencapaian dari masing-masing KPI tsb, kita harus mampu membandingkanya berdasarkan tiga hal berikut,Continue reading

“Recession is when a neighbor loses his job. Depression is when you lose yours” – Ronald Reagan

Resesi global telah memberikan dampak yang sangat parah untuk sektor ekonomi dunia. Menurut para analis, diperkirakan tahun ini adalah puncak dari dampak resesi. Sebelumnya saya berpikir bahwa resesi hanya mempengaruhi sektor2 seperti perbankan, otomotif, lembaga investasi, asuransi, dan tekstil. Sedangkan untuk sektor TI tidak akan berpengaruh besar. Kenyataanya fakta membuktikan bahwa perusahaan2 besar TI dunia juga berencana merumahkan beberapa karyawannya:

Mungkin kita bisa sedikit beranjak dari fakta tersebut untuk melihat celah dari keadaan yang sulit ini yaitu bagaimana perusahaan2 TI baik lokal maupun internasional bisa melihat beberapa tren baru ke depan untuk menyiasati puncak dampak dari resesi global tanpa mengurangi jumlah pegawainya atau setidaknya meminimumkan jumlahnya,

  1. Paradoks Hukum Moore

    Dalam hukum Moore dijelaskan bahwa transistor chip komputer dengan harga yang sama meningkat dua kali lipat setiap 18 bulan. Dan memang yang kita rasakan adalah dengan harga yang sama pada tahun depan kita bisa mendapatkan teknologi yang lebih canggih. Continue reading

“Ethics is not definable, is not implementable, because it is not conscious; it involves not only our thinking, but also our feeling.” – Valdemar W. Setzer

“Relativity applies to physics, not ethics” – Albert Einstein

The first course in SSBM ITB is Business Ethics and Business Law. Basically the objective is to provide  broad understanding of the ethical and legal challanges that may arise in business activities. In this course, I got homework to write paper about business ethics. Instead writing ethics in the information technology, I decided to wrote  something different from my experience. I wrote paper about ethics in pharmacetical industry, Unethical alliance between physicians and pharmaceutical industry. Read the introduction below and download here for full article.

Interactions between physicians and pharmaceutical industry have been increased significantly in over the last several years and it becomes such common activities. These interactions will lead to the conflict of interest between physician’s duties to the patient and the pharmaceutical industry interest to sell the products as much as possible, in other words, profit-seeking behavior. Dr. Marius Widjajarta, Head of Indonesian Health Consumers Empowerment Foundation (YPKKI) has estimated Rp. 500 billion is spent each year by pharmaceutical companies in promotion and marketing and the total amounts of money circulating among physicians is more than 20 % and more than Rp. 500 billion.Continue reading

“Education is a companion which no future can depress, no crime can destroy, no enemy can alienate it and no nepotism can enslave”

Setelah lama tidak merasakan bangku kuliah, akhirnya minggu lalu saya mendapat kabar kalo saya diterima di Sampoerna School and Business Management ITB (SSBM-ITB) program studi MBA. Senang rasanya mendengar kabar itu dan saya udah ga sabar untuk segera mengikuti perkuliahan ini, karena sebenarnya waktu SMA saya ingin mengambil jurusan ekonomi atau manajemen, tapi akhirnya saya  memutuskan untuk mengambil Computer Science di IPB dulu.

Pasti banyak yang bertanya2, kenapa pilih di SSBM ITB? biayanya? gimana dengan kerjaan saya sekarang? gimana dengan javanya?

Sebenarnya ada beberapa universitas yang memberikan program MM atau MBA, dari mulai PPM, UI, Prasetya Mulya, dan SSBM-ITB. Alasan mendasar memilih SSBM-ITB, pertama adalah jadwal kuliahnya full (pagi – sore) hari Jumat, Sabtu, dan Minggu (1 bulan 6 hari), universitas lain biasanya hanya menyediakan kelas malam, berhubung saya kerja di bidang IT, yang mana jam kerjanya sangat fleksibel *maksudnya dateng jam 8.30 pulang bisa jam 6.30, 7.30, 8.30 dst -_-* menurut saya jadwal dari SSBM sangat pas dan juga menurut saya kuliah/belajar malam akan ga fokus krn selalu kepikiran pengen pulang, kondisi fisik dan psikologisnya juga uda ga maksimal. Dari kantor juga sudah mengizinkan dan ga masalah dengan jadwal ini shg saya bisa lebih tenang. Kedua, kuliah disampaikan dengan menggunakan English, bagi saya pribadi sangat seru dan menantang. Ketiga, ada program BII Student Loan sehingga walaupun bayarannya cukup mahal, saya bisa nyicil (maksimal pinjaman lima kali gaji dan boleh diangsur dari mulai 6 bulan sampe 36 bulan). Dan juga karena saya masi ngantor, nge-Java-nya tetep harus jalan, tapi mungkin inginnya nanti as a hobby aja 🙂Continue reading

Whatever You Think

Buku ini sebenarnya sudah terbit sejak Maret 2006 dan pas jalan2 ke gramedia tiba2 adek gw nunjukkin buku ini, sekilas terlihat menarik, gw baca sekilas dan gw ga sabar untuk ngebacanya. Dan setelah itu? gw simpulkan buku ini worth it untuk dibaca, sangat inspiratif, disampaikan dengan berani, ilustrasi2 yang kreatif dan contoh2 yang paradoks.

Whatever You Think, Think The Opposite, diawali dengan contoh2 cara berpikir terbalik, misalnya bagaimana atlet yang merubah cara melompat dalam lompat tinggi yang sebelumnya menyajarkan badan dengan palang rintangan (sebelum 1968) dengan membalikkan badannya sehingga membelakangi palang rintangan. Hasilnya? Rekor pecah. Sebelumnya hanya 5 feet 8 inchi menjadi 7 feet 4 1/4 inchi. Atlet tsb adalah Dick Fosbury, dan teknik ini akhirnya disebut Fosbury Flop.Continue reading

Sekarang ini saya lagi tertarik dengan yang namanya management, ada banyak percabangan dari ilmu ini, karena sebenarnya semua hal bisa di-manajemen-kan. Mulai dari change management, marketing management, HRD management, finance management, strategic management, production n operational management.,dll

Sekarang ini saya mulai dengan sharing change management, kenapa? karena saya mencoba untuk mengevaluasi diri dan mengubah cara berpikir diri saya sendiri. Setelah kita mampu merubah dan me-manage diri kita sendiri, maka kita dapat melakukan hal2 yang diluar dugaan (dalam konteks yang baik yah) kita bahkan orang lain.

PENTING : Sharing ini saya ambil dari buku RE-CODE, your change DNA karangan Rhenald Kasali, Phd. Sebagai sarana pelatihan saya dalam memahami buku ini, dengan cara merangkumnya. Kita tidak cukup hanya dengan membaca untuk memahami, namun dengan menuliskan, merangkum, dan bercerita ke org lain maka akan jauh lebih efektif dalam memahami buku yang kita baca. Ada perkataan yang menarik mengenai perubahan (Kasali, 2007),

“Perubahan itu bukanlah dengan menetapkan teknologi baru, metode-metode, struktur, manajer baru, tetapi perubahan itu mengubah cara manusia untuk berpikir dan berprilaku”

Makna yang dalam, saya berpikir selama ini saya salah, berpikir bahwa kesalahan harus diatasi dengan menetapkan metode baru atau bahkan pemimpin yang super, namun kenyataan berkata lain, coba kita lihat negeri ini, kurang apa dari segi kualitas menteri2 kita, peraturan2 yang sudah dibuat, namun tetap saja spt ini. Pemimpin tanpa pengikut yang komitmen tidak akan mampu mengubah sesuatu, metode tanpa pelaksanaan yang baik dari eksekutor juga tidak akan mampu menghasilkan apapun. Mungkin temen2 bisa liat sebagian besar layanan PNS terhadap masyarakat, jutek, cuek, UUD-oriented (Ujung Ujungnya Duit), bisa dikatakan tidak professional. Padahal seharusnya mereka sadar bahwa KITA juga yang MEMBAYAR mereka. Bandingkan dengan perusahaan besar atau malah di butik2 kecil pinggir jalan dengan pelayanan yang sangat ramah kepada customer, yang membuat kita jadi ingin kembali ke tempat itu. Ironis sekali.

Beberapa org mengatakan “Dari dulu sudah begitu, mau diapain?”, tetapi dari segi biologi, sebenarnya suatu sifat perilaku dibentuk oleh DNA, dan diperlukan treatment khusus untuk bisa merubah sebuah perilaku,buku ini menjawabnya dengan RE-CODE (membentuk kembali DNA tersebut). Dengan recode, perubahan dalam individu2, akan merubah organisasi secara keseluruhan karena suatu organisasi dibentuk dari individu2, jika individu2 sdh ga benar bagaimana organisasi tsb mau berkembang.

Banyak org yang terbelunggu dengan tradisi dan kebiasaan, yang berpikir, seperti programmer yang menyelesaikan sebuah masalah dengan cara yang itu2 saja, tidak mau mencari solusi lain yang lebih efektif, atau yang penting selesai. Kita tidak sadar bahwa semakin banyak org yang menggunakan cara yang sama spt kita, akibatnya solusi kita menjadi biasa, program kita menjadi lebih murah krn org jg bs melakukan yang sama. Kita tidak berani keluar dari track dan mencari solusi2 lain. Pernyataan menarik (Kasali, 2007), “Kalau anda tidak mau tersesat, maka anda tidak akan menemukan jalan yang baru” .

So, “Berpikir terbuka dan lepaskan belenggu-mu”

Sebuah solusi dengan pemimpin-serba-super maka semua bisa diatasi, tapi apa benar bisa spt itu? kenyataannya tidak, namun ada rumus menarik (Kasali, 2007), yag semuanya harus dilakukan bersama.

  • Visi, visi ke depan, tanpa itu maka akan terjadi kekacauan
  • Skill, ketrampilan melakukan sesuatu yang baru, tanpa ketrampilan maka kecemasan akan muncul
  • Insentif, dorongan untuk terus maju, tanpa insentif, penolakanpun akan terjadi
  • Resources, sumberdaya yang memadai, bs dicari dimana saja (diri anda, teman, saudara, guru, org tua). No-resources akan terjadi frustasi
  • Action Plan, jelas jika tidak ada rencana tindakan maka akan terjadi kegagalan


So, tertarik tuk baca bukunya langsung?