Whatever You Think

Buku ini sebenarnya sudah terbit sejak Maret 2006 dan pas jalan2 ke gramedia tiba2 adek gw nunjukkin buku ini, sekilas terlihat menarik, gw baca sekilas dan gw ga sabar untuk ngebacanya. Dan setelah itu? gw simpulkan buku ini worth it untuk dibaca, sangat inspiratif, disampaikan dengan berani, ilustrasi2 yang kreatif dan contoh2 yang paradoks.

Whatever You Think, Think The Opposite, diawali dengan contoh2 cara berpikir terbalik, misalnya bagaimana atlet yang merubah cara melompat dalam lompat tinggi yang sebelumnya menyajarkan badan dengan palang rintangan (sebelum 1968) dengan membalikkan badannya sehingga membelakangi palang rintangan. Hasilnya? Rekor pecah. Sebelumnya hanya 5 feet 8 inchi menjadi 7 feet 4 1/4 inchi. Atlet tsb adalah Dick Fosbury, dan teknik ini akhirnya disebut Fosbury Flop.Continue reading

Sekarang ini saya lagi tertarik dengan yang namanya management, ada banyak percabangan dari ilmu ini, karena sebenarnya semua hal bisa di-manajemen-kan. Mulai dari change management, marketing management, HRD management, finance management, strategic management, production n operational management.,dll

Sekarang ini saya mulai dengan sharing change management, kenapa? karena saya mencoba untuk mengevaluasi diri dan mengubah cara berpikir diri saya sendiri. Setelah kita mampu merubah dan me-manage diri kita sendiri, maka kita dapat melakukan hal2 yang diluar dugaan (dalam konteks yang baik yah) kita bahkan orang lain.

PENTING : Sharing ini saya ambil dari buku RE-CODE, your change DNA karangan Rhenald Kasali, Phd. Sebagai sarana pelatihan saya dalam memahami buku ini, dengan cara merangkumnya. Kita tidak cukup hanya dengan membaca untuk memahami, namun dengan menuliskan, merangkum, dan bercerita ke org lain maka akan jauh lebih efektif dalam memahami buku yang kita baca. Ada perkataan yang menarik mengenai perubahan (Kasali, 2007),

“Perubahan itu bukanlah dengan menetapkan teknologi baru, metode-metode, struktur, manajer baru, tetapi perubahan itu mengubah cara manusia untuk berpikir dan berprilaku”

Makna yang dalam, saya berpikir selama ini saya salah, berpikir bahwa kesalahan harus diatasi dengan menetapkan metode baru atau bahkan pemimpin yang super, namun kenyataan berkata lain, coba kita lihat negeri ini, kurang apa dari segi kualitas menteri2 kita, peraturan2 yang sudah dibuat, namun tetap saja spt ini. Pemimpin tanpa pengikut yang komitmen tidak akan mampu mengubah sesuatu, metode tanpa pelaksanaan yang baik dari eksekutor juga tidak akan mampu menghasilkan apapun. Mungkin temen2 bisa liat sebagian besar layanan PNS terhadap masyarakat, jutek, cuek, UUD-oriented (Ujung Ujungnya Duit), bisa dikatakan tidak professional. Padahal seharusnya mereka sadar bahwa KITA juga yang MEMBAYAR mereka. Bandingkan dengan perusahaan besar atau malah di butik2 kecil pinggir jalan dengan pelayanan yang sangat ramah kepada customer, yang membuat kita jadi ingin kembali ke tempat itu. Ironis sekali.

Beberapa org mengatakan “Dari dulu sudah begitu, mau diapain?”, tetapi dari segi biologi, sebenarnya suatu sifat perilaku dibentuk oleh DNA, dan diperlukan treatment khusus untuk bisa merubah sebuah perilaku,buku ini menjawabnya dengan RE-CODE (membentuk kembali DNA tersebut). Dengan recode, perubahan dalam individu2, akan merubah organisasi secara keseluruhan karena suatu organisasi dibentuk dari individu2, jika individu2 sdh ga benar bagaimana organisasi tsb mau berkembang.

Banyak org yang terbelunggu dengan tradisi dan kebiasaan, yang berpikir, seperti programmer yang menyelesaikan sebuah masalah dengan cara yang itu2 saja, tidak mau mencari solusi lain yang lebih efektif, atau yang penting selesai. Kita tidak sadar bahwa semakin banyak org yang menggunakan cara yang sama spt kita, akibatnya solusi kita menjadi biasa, program kita menjadi lebih murah krn org jg bs melakukan yang sama. Kita tidak berani keluar dari track dan mencari solusi2 lain. Pernyataan menarik (Kasali, 2007), “Kalau anda tidak mau tersesat, maka anda tidak akan menemukan jalan yang baru” .

So, “Berpikir terbuka dan lepaskan belenggu-mu”

Sebuah solusi dengan pemimpin-serba-super maka semua bisa diatasi, tapi apa benar bisa spt itu? kenyataannya tidak, namun ada rumus menarik (Kasali, 2007), yag semuanya harus dilakukan bersama.

  • Visi, visi ke depan, tanpa itu maka akan terjadi kekacauan
  • Skill, ketrampilan melakukan sesuatu yang baru, tanpa ketrampilan maka kecemasan akan muncul
  • Insentif, dorongan untuk terus maju, tanpa insentif, penolakanpun akan terjadi
  • Resources, sumberdaya yang memadai, bs dicari dimana saja (diri anda, teman, saudara, guru, org tua). No-resources akan terjadi frustasi
  • Action Plan, jelas jika tidak ada rencana tindakan maka akan terjadi kegagalan


So, tertarik tuk baca bukunya langsung?