Jika itu adalah batasanmu, kau takkan dapat melampauinya. Tetapi jika kau melampauinya, itu bukanlah batasanmu. Andrew Poon

JSF (Java Server Faces) itu mudah, learning curvenya pendek, banyak yg bisa langsung bikin aplikasi dengan JSF tanpa harus ngerti konsep Servlet, tapi tidak banyak yang mengerti dasar2nya shg akan kesulitan nantinya. Artikel ini gw buat untuk temen2 yang mau memulai membangun aplikasi web dengan JSF. Lupakan JSP. Buang jauh2 itu barang, JSP telah bergerak dari Momentum menjadi Monumen.

Sudah cukup lama gw bekerja dengan JSF untuk setiap aplikasi Java yang gw develop. Pertama kali gw kenal JSF melalui Oracle ADF yang menggunakan JSF sebagai controllernya, sekitar thn 2006. Lucunya adalah saat itu gw ga tau konsep dari JSF, gw cuma klak klik dari Oracle JDeveloper, salah satu IDE Java yang dibuat oleh Oracle. Untungnya juga gw ga perlu oprek sampe ke dalam JSF-nya. Jadi praktis saat itu gw ga banyak tau soal JSF. Tapi aplikasi tetap berjalan sesuai dengan yang client mau 🙂 Dan beberapa waktu lalu gw mengerjakan projek dengan JSF dan juga sekaligus menjadi JSF Trainer, jadi gw akan mencoba membahas konsep dari JSF.

Apa itu JSF? JSF adalah sebuah web framework standard dari Sun Microsystems. Zaman dulu, ketika kaum Java mengenal konsep MVC (Model View Controller) mereka membuat sebuah framework yang terkenal yaitu Struts. Dalam dunia MVC kita bisa bagi menjadi 2 bagian, yaitu Action-based dan Component-based.Continue reading