IMG-20160618-WA0002-01

Perkembangan smartwatch tahun ini semakin menarik untuk diikuti, perusahaan seperti Apple, Pebble, Samsung dan Google tidak mau kalah berinovasi dari sisi desain maupun software. Apple akan merilis WatchOS 3 dengan fitur utama instant launch dan redesign navigasi. Google tidak mau ketinggalan, bulan lalu baru mengumumkan Android Wear 2.0 dengan stand-alone apps, smart reply, dan perbaikan sistem navigasi. Pebble juga baru merilis versi terbarunya di kickstarter yaitu Pebble 2 dan Pebble Time 2. Lalu Samsung juga semakin kompetitif di tahun ini dengan smartwatch Gear S2 dengan OS Tizen dan mendapat review yang positif.

Android Wear mempunyai keunggulan dibanding kompetitornya karena banyaknya pilihan hardware dengan harga yang bervariasi namun software nya tetap sama. Berbeda dengan Android pada smartphone yang selalu dimodifikasi oleh manufakturnya, Android Wear ini software nya sama persis. Perbedaan biasanya hanya pada aplikasi bawaan atau watchfaces (desain tampilan jam). Selain itu Android Wear kini juga sudah compatible dengan iOS.

Dari sekian banyak pilihan smartwatch Android Wear yang beredar di Indonesia, salah satu yang menarik adalah Moto 360 2nd Generation. Moto 360 ini baru dirilis resmi oleh TAM sekitar dua bulan lalu dengan empat varian. Buat pria ada pilihan black leather diameter 42mm atau cognac leather diameter 46mm, sedangkan buat wanita ada warna Rose Gold diameter 42mm yang cocok di lengan kecil. Bagi yang suka olahraga ada juga varian Black sport diameter 45mm. Dalam review ini saya membahas salah satu varian yaitu Moto 360 2nd Generation Cognac Leather 46mm,

moto indonesia

Continue reading

gift box + remote + set-to-box

Sebagai warga Jakarta, kemacetan sudah menjadi hal yang umum. Perjalanan dari rumah ke kantor ditempuh dalam waktu lebih dari satu jam sudah biasa dijalankan sebagian besar yang kerja di Jakarta. Radio, social media seperti facebook, twitter, atau video streaming youtube, vidio sudah menjadi teman setia untuk menghabiskan waktu di jalan dengan gratis. Selain itu ada juga layanan berbayar seperti Netflix atau layanan tambahan on the go yang disediakan Pay TV seperti FirstMedia atau Indovision. Layanan video streaming membutuhkan kuota internet yang tidak sedikit apalagi bila macet yang berjam-jam, tontonan juga sering terputus atau buffer ketika koneksi internetnya tidak stabil.

Kini, warga Jakarta dan sekitarnya punya alternatif hiburan baru untuk menikmati beragam tayangan eksklusif dengan kualitas gambar yang jernih, tayangan yang stabil tidak putus-putus dan tidak perlu khawatir kehabisan kuota internet yaitu, NexDrive dari Nexmedia. Teknologi yang digunakan adalah DVB T2 dengan signal digital, teknologi yang juga digunakan oleh Nexmedia yang selama ini dikenal dengan kelebihannya bisa di pindah kemana aja dan pemasangannya yang mudah hanya dengan antena biasa.

Berbeda dengan Nexmedia, Nexdrive membutuhkan STB (Set Top Box) dan antena khusus yang bisa menerima sinyal digital ketika kendaraan bergerak dan menampilkannya ke layar monitor mobil. Dengan teknologi terrestrial ini, tidak ada pengaruh apabila banyak mobil lain yang menggunakan Nexdrive atau dalam keadaan cuaca yang tidak baik. Bahkan pihak Nexdrive mengatakan kualitas gambarnya akan tetap jernih dan stabil selama perjalanan sampai kecepatan 120 km per jam. Di atas kertas Nexdrive ini mempunyai kualitas gambar 1080i dengan resolusi bisa sampai 42″ dan compression MPEG4.

Kebetulan saya sudah mencoba duluan layanan Nexdrive ini selama sebulan. Apakah Nexdrive mampu memberikan hiburan baru buat kita warga Jakarta? Apakah layanannya benar-benar stabil di berbagai kondisi cuaca? Channel apa saja yang disediakan? Dan apakah perlu berlangganan layanan baru dari Nexmedia ini? berikut adalah review saya selama beberapa minggu menggunakan NexDrive.

Continue reading

IMG_8579-1-1

Virtual reality (VR) adalah teknologi dimana kita seolah-olah bisa berinteraksi langsung di lingkungan virtual atau maya. Kini teknologi virtual reality makin dekat dan terjangkau oleh kita semua.  Ada banyak jenis solusi VR yang bisa dinikmati oleh konsumen, ada Oculus Rift atau HTC Vive yang mampu menampilkan suasana dunia virtual dengan grafik yang sangat baik dan detil, namun untuk menggunakannya harus terhubung dengan PC dan harganya yang masih tergolong mahal. Ada juga solusi VR yang lebih sederhana dan murah, hanya dengan smartphone dan Google Cardboard yang berbahan kardus, namun kekurangannya tidak responsif karena tergantung dengan sensor smartphone dan banyak pengguna merasakan pusing jika digunakan dalam waktu lama.

Samsung Gear VR hadir dengan memberikan solusi mobilitas dan kenyamanan. Gear VR dapat digunakan hanya dengan menggunakan smartphone (hanya merk Samsung tertentu) dan dilengkapi dengan sensor gyro, accelerometer, dan proximity khusus supaya lebih responsif dan tidak terlalu terasa pusing setelah menggunakannya. Gear VR juga memiliki touchpad untuk membantu navigasi ketika berada di dunia VR. Untuk urusan suara,  saya sarankan menggunakan earphone karena bisa langsung disambungkan ke smartphone, ada juga tombol pengaturan volume suara khusus di Gear VR. Gear VR juga dilengkapi port microusb untuk charge smartphone sambil menggunakan VR. Setelah mencoba hampir satu bulan, saya sangat terkesan dengan kemampuan Gear VR dan cukup sering menggunakannya. Hal seru apa saja yang bisa dilakukan dengan Gear VR?Continue reading

20160221173204

Samsung Galaxy Note 5 sudah rilis sejak Agustus lalu. Setelah lima bulan sejak rilis, menurut saya Note 5 masih layak mendapat predikat phablet terbaik atau bahkan bisa dibilang smartphone terbaik bagi yang menyukai layar lebih dari 5.5 inch (setidaknya sampai Samsung S7 atau LG G5 keluar di bulan ini). Lalu apa aja alasan yang membuat smartphone ini layak dimiliki?

1. Layar besar dengan dimensi body yang compact

Awalnya saya tidak begitu tertarik menggunakan smartphone layar di atas 5 inch karena biasanya ukuran bodinya besar, bobotnya berat, sehingga tidak nyaman digunakan sehari-hari. Berbeda dengan Note 5, dimensinya bisa dibilang compact untuk ukuran layar 5.7 inch, bobotnya  cukup ringan 171 gram dan bodinya juga tidak terlalu lebar 76mm. Screen to body ratio sekitar 75%, salah satu yang terbaik di kelasnya.  Ditambah lagi Note 5 menggunakan tombol navigasi di bawah layar bukan on screen, membuat layar 5.7 inch menjadi tetap maksimal. Tidak butuh waktu lama buat saya menjadi terbiasa dan merasa nyaman menggunakan Note 5 untuk browsing atau social media dengan satu tangan selama 30 menit atau lebih. Sedikit tips, supaya lebih nyaman navigasi di Note 5 dengan satu tangan, bisa menggunakan aplikasi Pie Control yang membuat akses langsung ke beberapa aplikasi jadi mudah dan cepat.

20160221180237

2. Kameranya bagus banget!

Tidak heran kalau Note 5 mendapat score benchmark kamera terbaik di DxOMark, http://www.dxomark.com/Mobiles/Column-right/Mobile-Scores karena memang kualitas kameranya jernih dan tajam sekali dengan kamera belakang 16MP. Shutternya juga cepat. Kualitas kamera depan dengan 5MP juga sangat baik, fitur beautify membuat foto kita terlihat lebih “Ganteng” atau “Cantik” 🙂 Dibandingkan kualitas photo iPhone 6, menurut saya Note 5 masih lebih baik terutama dalam kondisi lowlight. Yang paling saya suka dari kamera Note 5 adalah shortcut untuk membuka kamera hanya dengan menekan tombol home dua kali. Shortcut ini juga bisa diakses ketika layar mati atau hidup, membuat momen penting jadi tidak terlewati untuk diabadikan.Continue reading

IMG_0180 2

Sudah cukup lama saya mengikuti perkembangan wearable gadget, khususnya kategori jam mulai dari Apple iPod Nano Gen 5 (yang bisa jadi jam dengan aksesoris tambahan), Pebble Steel, Pebble Time, Android Wear, dan yang terakhir adalah Apple Watch. Ketika market smartwatch sudah diisi dengan banyak jenis Android Wear, Pebble, dan Sport Watch dengan berbagai keunggulannya, Apple menurut saya masuk ke market ini dengan memberikan inovasi baru, terutama dalam urusan navigasi menu dan content melalui fitur Digital Crown dan Force Touch. Kenapa penting? karena user harus berinteraksi dengan layar smartwatch yang kecil. Samsung mencoba menyelesaikan masalah ini dengan membuat layar yang besar, kekurangannya ukuran jam jadi sangat besar dan mudah menempel bekas sidik jari karena disentuh terus. Pebble menggunakan metode konvensional berupa tombol fisik di sebelah kanan, solusi yang sederhana tapi smart, layar jadi tidak mudah kotor, pengguna juga leluasa melihat layar karena tidak ketutupan jari.

Apple Watch menggunakan digital crown untuk navigasi content, fungsinya mirip seperti scroll mouse, jadi ketika ada notifikasi email, pengguna cukup scroll dengan wheel untuk baca seluruh konten. Selain itu ada juga force touch, ketika layar disentuh lebih keras, Apple Watch akan menampilkan menu-menu lain untuk berinteraksi. Hal ini membuat navigasi juga lebih cepat, misalnya untuk ganti tampilan jam atau watchfaces, tidak perlu masuk ke menu tertentu, cukup tekan layar dengan lebih keras (dari sekedar tap biasa), maka pilihan watchface akan muncul. Salut banget dengan design decision yang dipilih Apple.

Continue reading

Screen Shot 2015-07-12 at 10.00.52

Solusi pemantau ruangan menggunakan CCTV kamera sebenarnya hal yang udah biasa, tapi biasanya cukup mahal karena harus beli 1 set lengkap dengan DVR dan beberapa kamera, belum lagi cara pasangnya yang ribet. Padahal saya membutuhkan  yang lebih simple, kamera yang bisa dipasang di ruangan keluarga dan kamar anak tanpa ribet kabel dan videonya bisa diakses kapan saja dari luar rumah. Jadi saya bisa lebih tenang kalau sedang di luar rumah dan meninggalkan anak dengan asisten rumah tangga karena bisa memantau kapan saja. Setelah mencari beberapa produk yang sesuai kebutuhan, akhirnya saya mencoba Cloud Camera TP-Link NC 200. Harganya juga bisa dibilang paling ekonomis dibandingkan dengan kamera lain sejenis.

Pemasangan dan Instalasi Kamera

Saya suka desainnya yang compact dan engselnya yang fleksible jadi bisa diputar-putar menyesuaikan kondisi ruangan misalnya di sudut ruangan, di atas meja, atau dipasang di dinding. Instalasi kamera bisa dibilang sangat mudah, ada dua cara, jika routernya support WPS maka caranya cukup tekan tombol WPS di router dan kamera akan langsung terhubung. Cara lainnya adalah dengan menyambungkan kamera dengan router menggunakan kabel network. Setelah itu download aplikasi android/ios dan tinggal ikuti langkah-langkahnya. Tidak lebih dari 10 menit kamera sudah bisa dilihat dari aplikasi dan kabel networknya bisa dilepas supaya wireless, jadi ketika pemasangan yang dicolok ke kamera cukup kabel powernya saja.

20150711212608 unboxing  Screenshot_2015-07-11-11-26-15

Continue reading

IMG-20150124-WA0010


Beberapa waktu lalu saya mengikuti kegiatan Your Everyday Discoveries yang diadakan oleh Telkomsel. Campaignnya menarik banget, intinya Telkomsel mengajak semua orang untuk saling berbagi inspirasi temuan-temuan di berbagai bidang seperti  teknologi, musik, movie, art,  sport, fashion, travel, dan food.

Kebetulan hasil temuan saya mengenai bagaimana menulis catatan tangan menggunakan tablet dianggap menarik oleh juri dan memberi inspirasi sebagian besar voters sehingga saya dipilih menjadi pemenang kategori tekno dan berkesempatan ke kantor Facebook di Singapore. Informasi beberapa pemenang kategori lainnya bisa dilihat disini. Berikut cerita perjalanan seru saya selama di Singapore dan tentunya di kantor Facebook.

Continue reading

 

Kelebihan utama dari platform Android yang paling saya suka adalah fleksibilitasnya. Salah satu aplikasi Android yang memberikan fleksibilitas penuh kepada penggunanya adalah Tasker, aplikasi yang bisa melakukan sesuatu secara otomatis pada kondisi tertentu yang kita inginkan. Contoh yang biasa kita alami setiap hari, setiap kali sedang meeting biasanya kita selalu mengubah volume menjadi vibrate, atau ketika tersambung dengan headset biasanya kita langsung membuka aplikasi musik. Dengan Tasker semua hal tsb bisa dilakukan secara otomatis.

Cara kerjanya sederhana, Tasker mempunyai konsep “Profile” dimana pada kondisi-kondisi tertentu profile ini akan aktif, misalnya ketika ada jadwal meeting di kalendar. Ketika profile ini aktif maka Tasker akan menjalankan “Task”, misalnya Task untuk menyalakan mode vibrate. Lalu ketika meeting berakhir maka menjalankan Task mematikan mode vibrate. Setiap profile dan task bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan.

 

 

Tasker Profile

Supaya lebih kebayang contohnya dalam sehari-hari, berikut ini beberapa profile yang saya buat di Tasker. Seluruh profile di bawah ini bisa dilakukan tanpa root dan tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi battery

  1. Otomatis mode silent kalau ada kalendar entry di outlook kantor, jadi tidak perlu repot harus merubah mode vibrate setiap meeting.
  2. Otomatis silent ketika sedang jumatan dari jam 11.30 sampai 13.00 atau bisa juga disesuaikan untuk ibadah lainnya seperti, ibadah minggu di gereja.
  3. Otomatis mengecilkan volume notifikasi dan ringer call ketika tersambung dengan wifi kantor atau rumah.
  4. Ketika malam hari ada telepon dari contact tertentu maka volume ringtone maksimal supaya panggilan telepon tidak terlewat.
  5. Ketika handphone tersambung dengan bluetooth headset atau earphone maka otomatis launch aplikasi musik deezer di handphone.
  6. Ketika tersambung dengan wifi kantor atau rumah, koneksi data 3G dimatikan, brightness di set sekitar 10%, volume notifikasi dan panggilan dibuat minimum 10%, sedangkan jika disconnect dari wifi rumah/kantor maka otomatis koneksi 3G aktif, brightness 25%, dan volume menjadi maksimal.
  7. Saya selalu mematikan fungsi auto rotate, tapi untuk aplikasi tertentu auto rotate akan aktif misalnya ketika sedang menjalankan aplikasi Youtube, MxPlayer, QuickPic atau Gallery.
  8. Ketika ada notifikasi BBM dan kondisi screen sedang off, maka launch aplikasi BBM. Sehingga ketika handphone dinyalakan maka otomatis langsung terbuka aplikasi BBM. Kenapa dalam kondisi screen off? karena kalau dalam kondisi nyala, biasanya notifikasi bisa dilihat di bagian status bar dan saya tidak mau otomatis terbuka aplikasinya karena belum tentu pesannya harus segera dibalas. Saya juga setup hal yang sama untuk aplikasi chat seperti Whatsapp atau Telegram.

Tasker Profile dengan Pebble

Untuk pengguna Pebble smarwatch sudah ada aplikasi third-party yang mendukung integrasi Pebble dan Tasker seperti Pebble Tasker atau Auto Pebble. Dengan adanya aplikasi ini maka kamu bisa lebih bebas berkreasi membuat profile yang mengkombinasikan keunikan keduanya,

Continue reading

 

Kemaren malam saya dan beberapa teman komunitas diundang di acara Exclusive Workshop Samsung Galaxy Note 4. Konsep workshop-nya sangat menarik, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing diberikan 2 buah unit dan mendapat tugas di beberapa pos untuk memaksimalkan fitur-fitur dari Note 4. Jadi hampir semua peserta bisa mencoba seluruh fitur utama yang dijelaskan di awal acara.

Setelah oprek-oprek selama dua jam bersama teman-teman komunitas berikut kesan pertama review dari Samsung Galaxy Note 4,

Desain, premium dengan metal frame

Dimensi 153.5 X 78.6 X 8.5 mm / 176g. Metal frame. Removable leather backcase

Sebagai pengguna Samsung Galaxy S4, saya sudah merasa cukup jenuh dengan style desain samsung yang mirip dan bahan plastik. Tapi setelah pegang Note 4, kesan plastik langsung hilang. Frame metal dan body yang tipis membuat feel jadi jauh lebih premium dan mewah, ditambah lagi backcase berbahan kulit juga membuat Note 4 nyaman dipegang dan tidak mudah slip. Backcase ini nantinya juga bisa diganti dengan aksesoris Flip Cover seperti seri Samsung Galaxy lainnya.

Layar, terang dan tajam dengan resolusi Quad HD

5.7″ Quad HD Super AMOLED (2560 x1440), 515 ppi

Menurut beberapa orang, resolusi layar HD atau di atas 300 ppi itu tidak terlalu berasa perbedaannya. Tapi setelah liat langsung, ternyata mata saya yang awam masih bisa merasakan ketajamannya jika dibandingkan Samsung Galaxy S4 dengan resolusi HD dan 441 ppi. Apalagi ditambah faktor kondisi tempat workshop yang tidak terlalu terang membuat layarnya benar-benar terasa terang tapi masih tetap soft dan enak di mata. Dengan ukuran layar sebesar 5.7″, Note 4 juga terasa sangat lega buat browsing dan entertainment. Saya juga dapat info bahwa layar Galaxy Note 4 ini mendapat penghargaan the best display dari Display Mate.

Kamera, kualitas gambar bagus di low light

Front Camera 3.7MP + F1.9/ Selfie (90º), Wide selfie mode (120º), Rear Camera 16M+ Smart OIS/ Fast AF, Live HDR(Rich Tone)

Sepertinya tadi malam Samsung sengaja pilih tempat di Willshire SCBD dengan light yang secukupnya supaya bisa test camera Note 4. Ternyata hasil kameranya bagus dan minim noise, rekan sebelah saya yang menggunakan LG G3 sempat bandingkan hasil foto dengan Note 4 dan terlihat Note 4 hasilnya lebih sharp dan natural. Sayangnya saya tidak sempat copy foto-foto hasil jepretan Note 4. Kalau hasil foto low light saja sudah bagus, untuk di outdoor harusnya juga bagus

Yang paling menarik pada waktu mencoba selfie, sensor heart rate di bawah kamera juga berfungsi sebagai shutter, cukup sentuh sensor tsb dengan jari maka foto langsung di capture, praktis banget terutama dalam posisi mau selfie supaya tidak blur. Ada juga fitur wide selfie untuk foto dengan angle yang lebar, awalnya saya merasa kesulitan mengoperasikan karena tangan harus stabil dan geser kamera ke kanan dan kiri. Tapi setelah coba 3-5x jadi terbiasa. Kualitas wide selfienya cukup terang di kondisi low light, tapi sayangnya noise nya cukup terlihat jelas walaupun masih acceptable.

Performa, snappy dan no lag

Processor Exynoss 1.9GHz Octa Core (1.9GHz Quad + 1.3GHz Quad Core) + 3GB RAM

Selama workshop kemaren saya tidak sempat coba buat gaming untuk test performa secara maksimal, tetapi untuk browsing, multitasking antar app, buka kamera, buka S Note, nulis-nulis menggunakan S Pen, semuanya terasa smooth, snappy dan hampir gak ada lag. Dengan berbagai tugas waktu workshop, performa masih terasa smooth walaupun banyak aplikasi terbuka (biasanya perlu clear beberapa app supaya lebih lancar).

Yang saya paling suka adalah fitur multiwindow untuk membuka beberapa app sekaligus. Dengan layar 5.7″ saya rasa membuka 2 window app bersamaan sudah pas, lebih dari itu terlalu kecil. Cara mengaktifkan multi window juga dibuat mudah oleh Samsung, bisa dari recent app lalu tekan icon laci di app yang mau dijadikan window baru atau swipe dari pojok kanan ke kiri bawah untuk membuat window app yang lagi berjalan menjadi kecil dan bisa buka aplikasi lain lagi tanpa menutup app sebelumnya.

S Pen, lebih sensitif dan banyak fitur-fitur baru

Hampir setiap hari saya nulis di tablet ipad dan sudah merasa sangat nyaman. Di atas kertas sensitifitas S Pen meningkat 2 kali lipat dibandingkan Note 3, setelah menggunakan S Pen buat menulis kaligrafi (salah satu tugas kelompok), ternyata feel-nya enak banget, mirip seperti menulis di kertas, S Pen juga bisa mendeteksi pressure, sangat berguna kalau menulis dengan pilihan tinta pena. Namun menurut saya, menulis di layar 5.7″ masih terlalu kecil, apalagi karena body belakang gak full flat, menulis seperti di kertas dari sisi kiri ke kanan agak kurang nyaman, saya harus pegang Note 4 dengan tangan satunya lagi, supaya tetap stabil dan tidak bergerak.

Buat saya sendiri kelebihan S Pen ada di fitur seperti smart select, yang fungsinya seperti mouse untuk memilih text atau content gambar, yang memudahkan kita untuk share hal-hal yang unik ke temen lewat sosial media atau chat. Jadi tidak perlu repot lagi screenshot atau save image, buka aplikasi Gallery/Photos, lalu crop supaya sesuai. Lalu juga ada fitur Photo Note untuk menjadikan tulisan di papan tulis menjadi format yang bisa di edit di layar.

Fitur lainnya yang menarik dan tidak dicoba adalah battery life dan fast charging. Menurut info katanya Galaxy Note 4 dengan 3220 mah bisa bertahan 2 hari dan charge dari 0% – 50% hanya dalam waktu 30 menit!

Kesimpulan

Jujur awalnya saya tidak tertarik membeli Samsung Galaxy Note 4, tapi setelah merasakan langsung dan mencoba seluruh fitur-fitur utamanya, sekarang malah jadi galau mempertimbangkan untuk ikutan pre order yang sudah dibuka dari 3 Oktober – 19 Oktober. Buat para pengguna Note 3 apalagi Note 2, menurut saya Samsung Galaxy Note 4 ini adalah alasan yang tepat untuk upgrade.

Harganya sekitar 8.5jt-8.7jt tergantung promo bank dan juga bisa dicicil 0%. Selain itu ada banyak bonus battery kit buat para road warrior, voucher, dan content (aplikasi, majalah).Bagi yang penasaran dan tertarik juga untuk melakukan pre order Samsung Galaxy Note 4, silahkan langsung aja ke http://GalaxyLaunchPack.com dan dapatkan unitnya di tanggal 23 Oktober 2014!

 

 

Seluruh foto Samsung Galaxy Note 4 dari om Wiwi member milis Gadtorade

 

 

 

 

 

 

Prediksi yang mengatakan bahwa wearable gadget akan semakin booming di tahun 2014 ternyata benar, terbukti dengan semakin banyak wearable gadget baru yang dirilis di tahun ini, bahkan dua produk yang ditunggu-tunggu juga sudah diumumkan yaitu Moto 360 dan Apple Watch. Saat ini ada dua jenis wearable gadget yang populer, smartwatch yang fungsi utamanya sebagai jam dan menampilkan berbagai notifikasi dari smartphone, lalu fitness tracker dengan desain seperti gelang yang memonitor seluruh aktifitas kita seperti fitness, makan, bahkan tidur. Jadi sebelum memutuskan untuk membeli, kamu harus pastikan dulu mana yang lebih dibutuhkan, saya sendiri lebih membutuhkan smartwatch dibandingkan fitness tracker. Untuk kebutuhan lari dan fitness, saya lebih menyukai kombinasi smartphone + armband dengan aplikasi sport Endomondo dan musik.

Setelah membaca review moto 360 dan fitur-fitur dari Apple watch, akhirnya saya lebih mantap memutuskan untuk membeli smartwatch Pebble Steel. Pebble adalah perusahaan startup asal Amerika yang berhasil mengumpulkan dana 10 juta dollar ketika menggalang dana di Kickstarter untuk menciptakan smartwatch. Pebble saat ini sudah mengeluarkan dua produk, Pebble original yang terbuat dari bahan plastik dan Pebble Steel yang memiliki desain lebih premium dengan bahan steel dan harga yang lebih mahal. Secara overall banyak reviewer yang setuju bahwa Pebble Steel masih menjadi smartwatch terbaik di tahun 2014. Setelah menggunakannya selama dua minggu saya pun setuju dengan pendapat beberapa review di luar, berikut ini adalah fitur-fitur yang menjadi keunggulan Pebble Steel dibandingkan smartwatch lainnya.

Desain Stylish

Sebagai jam tangan, Pebble Steel berukuran standar, tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil, sehingga cocok buat hampir kebanyakan oranng. Pebble Steel terlihat seperti jam tangan biasa dan nampak stylish dengan bahan steel dan bentuk curve disisinya. Buat saya yang tangannya tidak terlalu besar, Pebble Steel terlihat lebih pas dan cocok ketika digunakan. Ini sangat berbeda dengan smartwatch seperti Samsung Gear 1 atau 2 yang memiliki ukuran besar dengan desain yang terkesan lebih futuristik. Strapnya ada dua jenis, leather dan steel. Bahan leather lebih nyaman digunakan, sedangkan strap steel terlihat lebih stylish. Soal desain kembali ke selera masing-masing, ada yang suka jam tangan dengan ukuran standar, namun ada juga yang merasa lebih keren menggunakan jam berukuran besar. Selain desain yang elegan, Pebble juga sudah water resistant dan aman dibawa ketika wudhu, cuci tangan, mandi, atau bahkan berenang dan tahan sampai kedalaman 50M. Tapi saya sendiri masih tidak berani mencoba fitur ini 🙂Continue reading